Penjelasan Mudah Penyebaran Corona

Girirejo (21/03/2020) – Kadang kita sulit menjelaskan kepada masyarakat betapa pentingnya dua minggu social distancing. Berikut ini akan saya jelaskan ilustrasinya biar lebih mudah dipahami ( nama hanya sekedar contoh,
mohon maaf bila ada kesamaan nama ).

Mas Giri tahu tentang corona. Tapi Mas Giri bandel, ngeyel dan kepala batu. Sering keluar rumah bersama teman, kumpul kiri kanan, yang penting happy.

Mas Giri sehat, tapi Mas Giri tak tahu dia carrier covid-19 virus corona. Mas Giri pulang ke rumah seperti biasa bertemu nenek, bapak, ibu dan saudara lain.

Dua minggu kemudian keadaan berubah.
Nenek yang sering masuk angin sekarang kesulitan bernapas. Masuk ICU positif Corona. Mas Giri bingung, nenek tak pernah keluar rumah tapi terpapar Corona.

Tak lama, sang ibu yang lelah mengurus rumah tangga, merasakan gejala sama, batuk, sesak bernapas masuk karantina bersama nenek.

Ternyata rumah sakit juga kewalahan,
pasien sangat banyak. Mas Giri mau membantu tapi tak berani.

Beberapa hari kemudian sang nenek meninggal. Saat penguburan bingung, tak ada kerabat datang.

Esok hari ada kabar, teman sekerja Mas Giri dilarikan ke karantina. Temannya tak tertolong, bernasib sama dengan nenek.
Hari itu menyusul ibu Mas Giri, meninggal, Mas Giri mulai depresi, stress berat. Nenek, teman dan ibu dalam dua minggu meninggal.
” TUHAN cobaan apa yang kualami ? ” batin Mas Giri

Tetangga Mas Giri mulai sakit, keluarga dari teman sekerja Mas Giri mulai sakit, bahkan yang sakit ada yang tinggal di pedesaan nun jauh dari kota. Sakit, sesak napas dimana didesa hanya diberi ramuan tradisional masuk angin.

Saudara Mas Giri mulai sakit, Mas Giri bertambah stress. Tak lama kemudian Mas Giri sakit. Mas Giri dikarantina bersama disana. Ada saudara, ada teman, ada tetangga, ada teman sekerja, dan keluarga mereka, ternyata banyak orang yang dia kenal.

Lambat laun rumah sakit kewalahan,
tenaga medis sangat kewalahan,
mereka sangat capai,

Perlahan pikiran Mas Giri melayang,
semua orang terdekat menderita.
Mas Giri sadar, Mas Giri tahu Corona tapi bandel. Mas Giri sehat tetapi membawa bencana untuk orang lain.

Kini Mas Giri tak berdaya, semakin lemah.
Sebelum saudara Mas Giri meninggal, ternyata Mas Giri harus menyusul sang nenek duluan. Mas Giri meninggal dengan meninggalkan beban besar. Banyak korban berjatuhan.

Ini hanyalah sebuah ilustrasi. Salinan kiriman dari seorang teman yang peduli Corona. Tapi bila himbauan pemerintah tentang social distancing tidak ditaati, ini semua bisa terjadi.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan